Saturday, May 28, 2016

Leicester City FC (From Zero To Hero)



Tim berjuluk "The Foxes" ini udah ngangkat tinggi-tinggi tofi Premier League musim ini. Gak main-main, Liga Primer Inggris guys! liga yang katanya paling kompetitif di dunia. Dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, liga ini slalu aja dikuasai oleh klub-klub super, artinya level kekuatan klub itu ditentukan oleh kekayaan mereka masing-masing. Raja minyak dari Rusia, raja-raja dari timur tengah, bos-bos dari Asia semua pada berbondong-bondong mengakuisisi klub-klub di Liga Primer Inggris. Pemain-pemain bintang pun banyak yang diborong klub-klub kaya itu. Tapi semuanya itu gak berlaku bagi sebuah tim bernama Leicester City. Leicester City F.C. adalah sebuah tim sepak bola Inggris berbasis di Leicester. Tim ini didirikan tahun 1884. Klub ini memainkan pertandingan kandangnya di Stadion King Power yang berkapasitas 32.000 penonton.

Memulai musim ini sebagai tim dengan skuat yang “murah” di ajang Liga Primer Inggris, Leicester City mampu membuat kejutan dengan memuncaki klasemen pekan demi pekan. Prestasi Leicester memuncaki klasemen Liga Primer terbilang sangat impresif. Pasalnya, satu tahun lalu, klub yang bermarkas di Stadion King Power tersebut hampir selalu berada di dasar klasemen, dan bisa “selamat” dari jurang degradasi.

Memasuki musim 2015/2016, manajer Claudio Ranieri juga tidak dibebankan target yang muluk-muluk. Pelatih asal Italia itu hanya ditargetkan Leicester terhindar dari degradasi. Terlebih Leicester tidak memiliki skuat yang bisa bersaing di papan atas. Ranieri hanya memiliki skuat dengan harga senilai 72 juta euro. Yuk kita compare aja, gue ambil contoh, pemain termahal ManCity adalah Kevin de Bruyne, do’i diboyong dari VfL Wolfsburg dengan mahar 77 juta euro. Jadi harga seorang De Bruyne lebih mahal dari seluruh skuad Leicester saat ini.

Dan ternyata, Leicester City musim ini berhasil mengalahkan hegemoni itu. Gak ada yang mustahil untuk bisa ngalahin klub-klub “kaya” papan atas berbekal perekrutan pemain yang cerdas, manajemen yang cerdik, dan tentu aja kepedean tingkat tinggi yang menghasilkan sebuah tim yang “gahar” di lapangan. Hal yang membuat mereka memenangi liga adalah sesuatu yang klasik. Defend yang solid ciri khas italia. Tapi juga punya striker yang cepat. Susunan pemain tim inti yang konsisten alias itu-itu aja. Dengan formasi yang klasik pula (4-4-2). Sepintas, kita paling cuma bisa ngemehin “keberhasilan” mereka, halah cuma faktor luck doang!, tapi buktinya?medali emas udah dikalungin ke seluruh skuad Leicester City cuy. Case closed.

Leicester City  gak punya pemain-pemain bintang berkelas seperti tim-tim papan atas lainnya di Liga Primer Inggris. Tapi, mereka dengan jeli ngambil keuntungan dari “memble”-nya kekuatan tim-tim papan atas dan bahkan disaat persaingan kembali ketat menjelang akhir musim alias semua tim punya peluang relatif sama untuk meraih poin, mereka masih bisa manfaatin momen “langka” itu, dan melesat bertengger dengan nyamannya di puncak klasemen di tengah pergeseran peta kekuatan perburuan gelar juara.

Di era premier league beberapa tahun terakhir, ada beberapa tim yang kerapkali dicap sebagai The Big Four. Manchester United, tim yang paling komersil di Inggris, masih labil dan gagal move on sepeninggal  Sir Alex Ferguson, bahkan pelatih sekelas Louis Van Gaal pun gak bisa ngangkat mental juara MU. Lalu ada Chelsea, sang juara bertahan, telah menjadi “korban” dari Jose Mourinho. Manchester City, meskipun kekayaan mereka gak masuk akal alias koaya raya, sepertinya blunder karna di pertengahan musim ngumumin pergantian pelatih buat musim depan dari Pelegrini ke Pep Guardiola, yang membuat skuad tim biru langit ini jadi ikut-ikutan labil. Liverpool adalah sebuah klub yang belum bisa keluar dari trauma ‘The Slip’ yang membuat mereka kehilangan gelar beberapa musim lalu. Arsenal? Yah, Arsenal tetaplah Arsenal. If you know what I mean. Hehe. Justru tim sekota london, Tottenham Hotspur musim ini menjadi tim “kembaran” Leicester City, karna bermodalkan skuad yang masih muda-muda, bisa jadi pesaing utamanya Leicester City tapi dengan bodohnya di dua pertandingan terakhir malah ikut-ikutan keok juga, dan harus merelakan posisi runner up mereka untuk Arsenal. Shame on you, Tottenham.

Kesuksesan Leicester City menjuarai Liga Primer Inggris musim ini berkat andil dari nama-nama berikut ini :


      1. Claudio Ranieri
Inilah kunci terpenting dari kesuksesan Leicester City. Pengalaman pelatih berjuluk “The Thinkerman” yang pernah melatih beberapa tim besar seperti Napoli, Fiorentina, Chelsea, Valencia, Juventus, AS Roma dan Inter Milan membawa Ranieri ke level terbaiknya sepanjang karirnya saat ini.
Namun sebelum berjaya, Ranieri bagaikan seorang pecundang karena sangat akrab dengan surat pemecatan. Julukan “Mr.Runner Up” juga sempat disematkan untuknya. Tapi nampaknya di balik itu, ia mampu belajar dari pengalaman yang dulunya pahit dikonversi menjadi sebuah racikan strategi yang mematikan dan terbukti ampuh bisa bikin Leicester juara Liga Premier Inggris.

2. Jamie Vardy
Jika dibandingikan dengan semua pemain Leicester, success story dari Jamie Vardy mungkin jadi kisah yang paling fenomenal dan sangat menginspirasi. Sebelum ngehits seperti sekarang ini, Vardy hanyalah pemain amatir yang memiliki profesi sampingan sebagai buruh pabrik.Ya, Vardy itu mas-mas buruh pabrik yang kebetulan hobinya maen bola di lapangan pabrik yang tandus & gundul rumputnya.Wkwkwk.

Di awal kariernya, Vardy sama sekali gak terlihat punya bakat istimewa. Ia cuma memperkuat tim kecil dan dari penampilannya, Vardy mendapat bayaran 30 pounds atau setara Rp 600 ribu. Gaji yang bahkan lebih rendah dari UMR buruh pabrik di Indonesia. Hehe.

Tapi lain dulu lain sekarang, sosok Vardy kini cukup disegani & ditakuti bek-bek tim lawan. Soal urusan nge-golin, Vardy mampu ngalahin beberapa nama striker papan atas seperti Wayne Rooney (WORLD CLASS STRIKER-nya MU), Sergio Aguero (Maradona-nya ManCity), Daniel Sturridge (anak buangan Chelsea yg justru main bagus di Liverpool), Diego Costa (penyerang The Blues Chelsea yang musim ini gak seganas musim lalu), dan Harry Kane (Striker muda dari Tottenham). 

3. Riyadh Mahrez
Tiga tahun lalu Mahrez bukanlah siapa-siapa. Ia cuma maen di divisi dua Ligue 1 Prancis. Namun kini sosoknya menjelma menjadi sebagai pemain terbaik di kompetisi sebesar Liga Premier Inggris. Gelar tersebut pantas disandangnya sebab Mahrez berperan penting dalam rentetan kemenangan Leicester. Dalam 35 pertandingan, Mahrez bisa nyetak 17 gol. Dirinya juga banyak memberikan assist dan kini bakatnya ia direbutin sama klub-klub raksasa Eropa seperti Arsenal, Manchester City, Real Madrid serta Paris Saint Germain.
  
4.N'Golo Kante
Pelatih Leicester, Claudio Ranieri sangat jeli dalam bursa transfer pemain di musim panas tahun lalu. Saat itu ia merekrut N'Golo Kante yang kariernya terbilang biasa-biasa aja di klub Ligue 1 Prancis, Caen.
Namun di musim pertamanya dengan Leicester, Kante berubah jadi pemain serba bisa yang sangat berkualitas. Aksinya di lini tengah begitu menawan hingga akhirnya ia dilirik klub raksasa seperti Arsenal dan Manchester United. Pemain berusia 25 tahun ini bahkan dipercaya memperkuat Timnas Prancis pada dua laga uji coba, Maret 2016 lalu.

5. Danny Drinkwater

Siapa yang nyangka kalo gelandang Leicester yang begitu tangguh ini adalah “anak buangan” dari klub sebesar Manchester United. Meski dia dibesarin di akademi MU, ternyata dia gak bisa bersinar & gak pernah bisa  promosi ke tim utama. Bahkan ngenesnya, ia sempat beberapa kali “diobral murah” dengan dipinjamkan ke sejumlah klub kecil Inggris. Nasibnya mulai membaik setelah Leicester menampungnya di musim 2011/2012.
Sejak awal kedatangannya, Drinkwater gak pernah tergantikan. Kemampuannya makin matang dan dia berhasil membuktikan itu di musim 2015/2016. Pemain 26 tahun ini menjelma jadi gelandang tangguh dengan membawa Leicester menjuarai Liga Primer Inggris. Dan berkat penampilannya yang impresif,d ia berpeluang memperkuat Timnas Inggris di Euro 2016.

6. Roberth Huth
Defender berpostur jangkung yang berpaspor Jerman ini dulunya pernah maen di Chelsea dari tahun 2002-2006. Tapi karna kelamaan menghuni bangku cadangan, karirnya pun meredup. Setelah itu Huth mencoba peruntungannya di Middlesbrough dan juga Stoke City. Pelan tapi pasti karirnya pun mulai bersinar lagi. Dan pada akhirnya dia ngambil keputusan yang tepat untuk pindah ke Leicester di musim 2014/2015 dan sejak saat itu, perannya gak tergantikan. Bersama Wes Morgan, keduanya jadi benteng kokoh di lini pertahanan The Foxes. Bahkan tak jarang ia bisa memecah kebuntuan dengan menciptakan gol penentu kemenangan.

 7. Wes Morgan
Pemain yang punya body gempal ini punya peranan penting di lini pertahanan Leicester. Meski usianya udah gak muda lagi sebagai seorang defender (32 tahun), Morgan dikenal sangat tangguh dan gak gampang dilewati oleh pemain-pemain yang usianya jauh lebih muda.
      Bisa dibilang, Leicester City bisa juara karna andil besar darinya, coba ingat pertandingan versus Manchester United 1 Mei yang lalu. Ia berhasil mengandaskan kemenangan MU dengan mencetak sebiji gol yang membuat Leicester makin menjauh dari pesaing utamanya (Tottenham Hotspur).
       
      8. Kasper Schmeichel
Pepatah buah jatuh gak bakalan jauh dari pohonnya dirasa sangat tepat buat Kasper Schmeichel. Kalo dulu sang ayah (Peter Schmeichel) berhasil ngrasain gelar juara Liga Pimer Inggris bersama Manchester United, kali ini dia berhasil mengikuti jejak sang ayah tapi bersama klub yang beda, Leicester City. Klub yang jauh lebih “semenjana” jika dibandingkan klub sang ayah meraih juara dulu. Itulah mengapa gue merasa Kasper lebih hebat dari sang ayah.
Di awal karirnya, Kasper kerap dipandang sebelah mata. Ini gue juga heran, mengapa skuad tim Leicester City ini dihuni para pemain “buangan” yang mendadak jadi hebat semua ya?. From zero to hero semua. Dulunya, Kasper kalah bersaing dengan Joe Hart di Manchester City, sehingga ia harus angkat koper dari Man City, lalu berkelana ke klub-klub semenjana seperti Notts County & Leeds United dan akhirnya mendarat di Leicester pada musim 2011/2012. Musim ini, ia tak tergantikan di skuat utama The Foxes. Dari 36 pertandingan di Liga Premier Inggris, kiper 29 tahun tersebut hanya kebobolan 34 gol.

 

Tuesday, May 24, 2016

#SEXEDUCATION + #SAVEOURKIDS


 
 Akhir-akhir ini begitu massive nya pemberitaan tindak kriminal pemerkosaan disertai dengan pembunuhan. Hal ini tentu membuat kita jengah. Apakah bangsa ini sudah "sesakit" itu?. Yang makin bikin kita prihatin adalah, banyak diantara para pelaku (tersangka) adalah para remaja abg yang masih dibawah umur dimata hukum. Umurnya sih masih anak-anak, tapi kelakuannya sama atau bahkan lebih bejat dari pria dewasa. Disini gue gak akan membahas tentang apa hukuman yang pantas diterima bagi para pemerkosa, melainkan gue akan membedah apa sih sebenarnya latar belakang para pemerkosa ini hingga sampai tega melakukan perbuatan keji itu. Karna gue percaya, mencegah lebih baik daripada mengobati. Walaupun para tersangka pelaku tindak pemerkosaan disertai pembunuhan terdiri dari banyak golongan umur, gue akan lebih fokusin tulisan gue ini pada REMAJA. Tentang apa yang terjadi di dalam dunia remaja gaul kekinian di era kemajuan zaman seperti sekarang. Mengapa gue concern pada remaja?karna menurut gue bangsa Indonesia ini gak akan hebat kalo moral & mental para pemuda pemudinya udah bobrok.

Age is just a number, ungkapan yang tepat, untuk menggambarkan kelakuan anak-anak baru gede (ABG) yang "katanya" masih dibawah umur ini tapi kelakuannya udah diluar batas norma kesopanan. Banyak orang jadi bertanya-tanya, kok bisa ya anak-anak muda di jaman sekarang ini bisa jadi sebejat itu kelakuannya?. Bukannya gue sok tau/sok bijak/sok menggurui, kalo boleh menyimpulkan, gue rasa penyebabnya cuma satu faktor : SEX EDUCATION yang keberadaannya masih amat tabu bagi mayoritas keluarga dengan kultur budaya Indonesia. 

 Di era kebebasan Internet seperti sekarang ini, gak munafik, kita dengan amat sangat gampang bisa ngakses konten pornografi bahkan dalam hitungan detik. FB, twitter, youtube, Path, Skype,dll, yang pada awal mulanya sebenarnya dibuat untuk mempermudah akses masyarakat memperoleh informasi & hiburan, ternyata banyak disalahgunakan banyak oknum yang gak bertanggung jawab untuk menyebarluaskan konten vulgar. Celakanya, konten vulgar itu sebagian besar justru "dinikmati" oleh kalangan remaja kita dengan sangat bebas & tanpa ada filter yang menyaringnya. Udah landasan ilmu agamanya tipis, mengapa gue bisa ngomong tipis? coba aja cek, berapa jam mata pelajaran Agama diajarkan di tiap sekolah tiap minggunya?. Ironisnya, dengan pengetahuan agama yang minim, remaja kita dicekoki tontonan vulgar tiap hari, jadinya ya seperti generasi sekarang ini. Cuma tau sekilas, "seks" sebagai sarana pemuas syahwat, tanpa memahami dampak besar yang harus diterimanya. Hamil diluar nikah, penyakit kelamin, sanksi sosial, dosa dan lainnya mungkin tak pernah terbayang di pikiran mereka. Ditambah lagi faktor jiwa muda yang masih labil & menggelora, membuat mereka menganggap seks makin "dianggap biasa ajah" atau wajar gitu aja, udah kayak kebutuhan sehari-hari gitu. Gue yakin kebanyakan remaja sekarang udah pada doyan nglakuin ML pas pacaran. "Lo udah pacaran berapa lama sama dia?sampe sekarang kalian belum ML juga?ahaa cupu lo!!". Itulah lontaran kalimat yang kerap memicu jiwa muda yang slalu gak mau terlihat cupu agar diakui di pergaulan.

Dan anehnya saat kultur seks yang dianggap udah gak tabu lagi bagi para remaja, justru dianggap tabu oleh para orangtua saat membicarakan anything about sex. Para orang tua masih enggan dan malu-malu untuk memberikan sex education untuk anak-anak remaja mereka. Perlu gue tegasin buat para orangtua yang punya anak remaja, sebaiknya kalian harus mulai aware dengan perilaku anak remaja kalian. Jangan mudah percaya dengan act out anak kalian yang seakan jadi "anak baik" dirumah, tapi ternyata "liar" diluar rumah. Posisikan kalian sebagai temen curhat yang enak bagi anak remaja kalian. Karna normalnya, anak remaja itu akan banyak bertanya saat menjumpai sesuatu yang baru baginya. Apalagi tentang pengalaman seksual. Pasti akan menimbulkan banyak pertanyaan. Dan orangtua yang baik harusnya mulai slalu dengerin curhatan anaknya. Dengan begitu anak remaja tak akan pernah kehilangan arah.

"Mah, boleh gak aku ciuman sama cowok?rasanya gimana sih mah?ciuman bisa bikin hamil gak mah?, tanya remaja cewek pada mamanya

"Hmmm kamu ngomong apa'an sih dek, kamu tuh masih kecil, jangan nanyain aneh-aneh gitu ah! Mama gak suka adek nanyain itu," jawab Mamanya dengan nada risih. Ya, jawaban yg sama skali gak ngasih solusi untuk menjawab pertanyaan anak gadisnya.

Akibatnya jelas, remaja kita saat ini mencari jawaban kekepoannya mengenai segala sesuatu tentang "Seks" itu dengan independen. Langsung browsing di internet tanpa bimbingan dari orangtua mereka. Padahal seharusnya, orang tua adalah penuntun arah bagi mereka. Banyak sekali konten vulgar di internet yang tak sebaiknya dikonsumsi oleh anak-anak di bawah umur. Disaat inilah mereka memerlukan arahan, kita sbg orang tua tak seharusnya menutup diri. Tak perlu malu membahas masalah seks, yang penting kita tetap berikan batasan tertentu saat menjelaskannya, jangan terlalu vulgar juga. Karna disaat kita tak memberikan jawaban atas segala keingintahuannya yang teramat besar, maka yang terjadi adalah......bagaikan granat yang sudah dilepas pinnya, bbbbbboooooboooom, rusaklah moral remaja kita saat ini.

Mungkin, kalau disurvei, jumlah remaja perempuan yang masih perawan saat ini jumlahnya udah jauh berkurang jika dibandingin sama jaman gue masih sekolah dulu. Kalo di jaman gue dulu, pacaran pegangan tangan aja udah mimisan. Tapi remaja sekarang? Udah bukan sekedar pegang-pegangan tangan lagi, tapi udah berani praktekin mapel biologi bab sistem reproduksi manusia. Para remaja perempuan, mau gak mau, mereka kerap jadi korban "eksperimen" keingintahuan para remaja cowok yang sedang mencari jati diri juga. Karna memang hormon seksual di masa remaja memang mencapai puncaknya. Mesum+mesum=mesum kuadrat. Awalnya dipaksa, lama-lama ketagihan. Itulah faktanya.

Jadi apa tindakan yang bisa kita lakukan untuk menanggulangi fenomena remaja yang semakin "kehilangan arah" ini?. Mulai sekarang, marilah kita BERANI BICARA, marilah kita mulai memberikan pelajaran tentang Sex Education. Tak usah malu untuk menjawab pertanyaan dari generasi yang lebih muda dari kita. Sampaikan kebenaran sesuai dengan pengetahuan yang kita kuasai & sampaikan juga batasan norma-norma yang berlaku. Karna sesungguhnya, yang dibutuhkan para remaja kita saat ini itu adalah deskripsi atau gambaran yang jelas tentang apa itu Seks & segala akibatnya. Percayalah, dengan seiring berjalannya waktu, remaja kita kelak akan bisa kembali ke jalur yang benar jika kita mau meluangkan waktu, bicara empat mata dengan mereka.

Thursday, May 19, 2016

Membeli mimpi?

Malam hampir pagi.
Tubuh dingin, begitupun fikiran.
Kembali lagi-lagi tak menang.
Apa yang salah?
Aku jua tak menahu.
Seluruh teori berujung implementasi.
Aku rasa sudah maksimal.
Inilah ketidakbecusanku membuat gagasan.
Ekspektasi mencapai klimaksnya.
Tapi tak pernah sampai orgasme.
Mengecewai diri sendiri, apalagi orang terkasih.
Mungkin benar retorika itu?
Di jaman edan ini, tak ada lagi yang namanya "mencari"?
Melainkan harus "membeli".
Dan itu harga mati.

Wednesday, May 18, 2016

Review Film 10 Cloverfield Lane

 Cast :

Film ini merupakan sekuel dari film Cloverfield pertama yang bisa sukses walau dengan budget yang minim. Intro film ini dimulai dari pengenalan tokoh utama, Michele, yang digambarkan lagi galau berat abis berantem sama cowonya, lalu ia mutusin buat minggat. Karna cewe memang baperan, ditengah perjalanan, Michele kehilangan fokus nyetir hingga berakibat fatal, ia mengalami kecelakaan yang cukup hebat hingga mobilnya kluar dari jalanan. Gubraaaaaakkkkkk. Cciiiiiittttttt....mobil Michele ringsek dalam kegelapan.

Setelah siuman, Michele terbangun di sebuah ruangan kecil yang mirip dengan penjara bawah tanah. Tangannya diinfus, kakinya dirantai. Bisa dibayangin betapa shock nya Michele. Udah gak enak aja prasaannya Michele. Tak lama kemudian, sesosok pria tambun paruh baya menghampirinya. Pria itu bernama Howard. Howard ini ngaku kalo dia yang nylametin Michele di jalan. Dan dia juga ngomong kalo kondisi dunia luar saat ini udah chaos, karna wabah virus menular lewat udara. Tapi ternyata Michele bukanlah satu2nya orang yang "terjebak" di dalam bunker itu. Ada seorang pria lain bernama Emmet yang merupakan tetangga dekat dari Howard.

Pertamanya Michele gak percaya 100% sama omongannya Howard, sampai suatu saat Michele brusaha kabur dengan merebut kunci & menghajar Howard dengan mecahin botol bir ke kepalanya. Satu persatu gembok berhasil dibuka, tinggal buka tuh pintu terakhirnya, sampai Michele terhenyak melihat sesosok wanita di luar pintu, persis skali dengan gambaran wabah menular yang dicritain Howard. Sangat mengerikan. Sekujur tubuhnya kulitnya mengelupas, meronta-ronta ngotot pengen masuk ke dalam bunker. Akhirnya Michele pun terpaksa mempercayai apa yang dikatakan Howard tentang penyakit menular di dunia luar sana.


Di dalam bunker, hari demi hari, mereka bertiga mulai hidup nyaman layaknya sebuah keluarga. Mereka bisa bebas makan minum mandi nonton dvd tanpa terjangkit wabah virus menular. Michele juga dapetin baju bekas putri Howard yang bernama Megan. Howard ngasih tau ke Michele kalo ia punya putri remaja bernama Megan, dan tanpa ragu ngasih liat fotonya Megan kepada Michele. Howard ngomong kalo putrinya itu ga pernah kembali alias udah menghilang pergi bersama istrinya keluar kota berbulan-bulan yang lalu.

Nampaknya doktrin dari Howard ini udah bisa ditrima oleh Michele & Emmeth. Sampai suatu saat, mesin sistem penyaringan udara tiba2 ngadat, hrs segera diperbaiki klo gak mreka bakal kehabisan oksigen di dalam bunker itu. And guess what? Satu-satunya orang yang muat untuk nglewatin saluran ventilasi udara itu ya cuman Michele doang. Secara badan cewek kan tipis. Lorong ventilasi itu sangat sempit & berkelok-kelok. Setelah merangkak mati-matian, finally Michele udah nyampe ke ujung saluran udara itu, & langsung benerin mesinnya, persis seperti instruksi dari Howard. Mesin pun kembali berjalan normal.

Tapi, perhatian Michele tertuju ke atas tangga, ada sebuah jendela kaca yang viewnya nampak dunia luar. Michele kaget melihat sebuah tulisan : HELP !!!. Sekilas nampak biasa, tapi ternyata, tulisan itu digoreskan dari dalam, karna memang jendela itu terkunci digembok dari dalam. Ini artinya, dulu pernah ada gadis seperti Michele, yang brusaha minta tolong dengan menuliskan pesan itu berharap ada orang di luar sana yang bisa nolongin dia keluar dari dalam bunker itu. Kecurigaan Michele makin memuncak setelah ia nemuin sepasang anting yang persis seperti yang dikenakan Megan di dalam foto yang pernah diliat Michele.Hmmm, udah bisa dipastikan kalo Howard adalah pembohong besar.

Michele pun segera laporin hasil temuannya ke Emmeth. Alangkah terkejutnya saat Michele nunjukin foto yang slama ini diyakini sebagai Megan, tapi ternyata menurut Emmeth foto itu adalah gadis remaja yang bernama Britney yang hilang skitar 2th yang lalu. Emmeth kenal karna Britney itu temen sekelas adiknya Emmeth. Finally, kebohongan besar Howard pun terungkap. Ternyata Howard adalah om-om mesum pedofil yang sadis.

Michele segera menyusun escape plan bareng Emmeth. Berbekal tirai kamar mandi yang dimodifikasi dengan mudahnya oleh Michele, ya, dalam film ini Michele adalah seorang yg berbakat di bidang fashion designer, tirai kamar mandi itu disulap menjadi sebuah jubah & masker yang siap dipakai keluar bunker. Tapi sialnya, escape plan itu tercium juga oleh Howard. Dengan bengisnya, Howard menembak Emmeth dengan pistolnya. Dooorr, meletus balon hijau, eh maksud gue Emmeth tewas seketika. Michele pun menjadi ragu & ketakutan setengah mati, dia gak mau mati dibunuh Howard. Tapi ya namanya film, seorang cewe yang tadinya lemah, mendadak menjadi jagoan, dan akhirnya Michele nekat melarikan diri, melalui ventilasi udara itu. Dengan penuh ketegangan yang cukup mendebarkan, Michele akhirnya berhasil kluar dari dalam bunker terkutuk itu.

Saat berhasil keluar dari bunker itulah, gue rasa ada yang cukup funny dari film ini. Ternyata yang membuat wabah virus dunia luar selama ini adalah alien!. Iya guys, alien. Kehadiran alien & ufo di akhir film ini terlihat receh banget. Mungkin scene alien ini harus "ada" karna tersemat kata "cloverfield" di dalam judul film tersebut. Berasa aneh aja gitu loh, sebuah film yang sedari awal terkesan bergenre thriller, mendadak menjadi scifi dengan kehadiran alien yang menyerang mahluk bumi. Gak nyambung banget mnurut gue. Kalo mau related dengan cerita, hrsnya alien nya itu neror Michele dkk yang berada dalam bunker. Masak teknologi mutahir alien ga bisa melacak keberadaan manusia yang ngumpet di bawah tanah?. Penonton yang tadinya antusias, pasti akan langsung dariop moodnya pas ending film ini. Gue makin ngakak pas liat adegan Michele yang terjebak di dalam mobil yang bakalan di hap hap, eh, maksud gue bakalan dimakan pesawat alien. Michele ngelempar sebotol wine yang dikasih sumbu kertas, lalu dilemparin pas mengenai mulut ufo itu. Bom molotov ala anak STM yang lagi tawuran itu, bisa ngledakin pesawat UFO alien yang segede itu hingga hancur berkeping-keping. Sedikit "maksa" dan konyol banget kan adegan itu jadinya?. Tadinya di ending review gue ini, gue bakalan kasih score A buat film ini, tapi stelah disuguhkan ending film yang receh itu, gue beri score B- aja deh. Buat kalian yang belom ntn film ini, gue tetep rekomendasiin film ini untuk kalian tonton. Dan buat kalian yang udah nonton, ayo coba kasih pendapat kalian tentang film ini di kolom comment, gue tunggu komen-komen dari kalian. Bye.

Tuesday, May 3, 2016

Stop Jadi Pecundang



Siapapun pasti pernah mengalami fase down dalam hidupnya. Terutama ketika mengalami sebuah kegagalan yang berulang-ulang kali. Meskipun kegagalan adalah salah satu konsekuensi yang harus diterima saat mencoba sesuatu hal, akan tetapi kegagalan masih akan terasa sangat “nyesek” di hati. Apalagi melihat fakta yang terjadi di sekitarnya, ketika semua orang saling membicarakan tentang kehebatan, kesuksesan yang bisa mereka raih, di lain sisi ia masih berjuang entah ada hasilnya atau gak. For your information, ia disini refers to siapapun kalian yang merasa masih jadi pecundang.

Emang gak enak rasanya jadi pecundang. Keberadaannya gak pernah dianggep. Antara ada dan tiada. Kalau dianggap ada, tapi kenapa gak pernah ada seorangpun yang peduli padanya? Tapi kalo dianggep gak ada, tapi kenapa semua orang membullynya?. Dimanapun berada, seorang pecundang akan selalu dapetin perlakuan yang sama. Mungkin udah ada standar operasional (SOP) bagaimana cara memperlakukan seorang pecundang. Pecundang bukannya gak mau nglawan balik, tapi mereka sadar diri, mungkin terlalu lama terbiasa dalam posisi “mengalah”, jadi sense of fightback nya menjadi sangat lemah bahkan nyaris gak ada sama sekali.
                Fase hidup yang paling pahit memang disaat kita lelah untuk berbuat sesuatu, karna merasa tak ada gunanya, tak ada satupun yang mengapresiasi. Bagaimana bisa seorang yang mati-matian berusaha agar tercapai impiannya, harus berpura-pura everything is gonna be okay ketika ia mengalami kegagalan yang tak nampak ada ujungnya?. Pun juga disaat ia sudah dekat dengan impiannya, tapi tiba-tiba harus dijauhkan dari impian tersebut karna beberapa alasan yang kurang masuk akal sehat. Ya, stress jadinya. Tapi dengan terus-terusan ngedown juga gak baik juga guys. Kita akan selamanya jadi pecundang kalau kita tak berani berevolusi. Lebih baik kita berbuat sesuatu daripada berdiam saja, tanpa karya. Setidaknya dengan berani untuk mencoba, kita akan menjadi terbiasa dengan kegagalan dan bisa berdamai dengannya. Never stop trying, believing, & learning from the past. Seperti lirik lagunya Endank Soekamti (Coba Lagi). Daripada hanya rencana, cuma bisa jadi wacana. Kita takkan mengerti sampai coba sendiri. Apapun hasil nanti, coba lagi coba lagi. :)