Showing posts with label poems. Show all posts
Showing posts with label poems. Show all posts

Thursday, May 19, 2016

Membeli mimpi?

Malam hampir pagi.
Tubuh dingin, begitupun fikiran.
Kembali lagi-lagi tak menang.
Apa yang salah?
Aku jua tak menahu.
Seluruh teori berujung implementasi.
Aku rasa sudah maksimal.
Inilah ketidakbecusanku membuat gagasan.
Ekspektasi mencapai klimaksnya.
Tapi tak pernah sampai orgasme.
Mengecewai diri sendiri, apalagi orang terkasih.
Mungkin benar retorika itu?
Di jaman edan ini, tak ada lagi yang namanya "mencari"?
Melainkan harus "membeli".
Dan itu harga mati.

Sunday, November 29, 2015

Membalas Kegagalan (Sebuah Puisi)

 

Sudah tak tau
kemana aku harus
aku melangkah terlalu jauh
padahal, tak ada yang membangunkan tidurku
99:1 %
mungkin Tuhan berikan aku 1 % itu
entah mengapa
akupun tak mengerti
lebih dari separuh jiwa
aku keluarkan seluruh terapi energi
aku lupa, tak pernah belajar untuk kalah
tak mungkin juga aku mempersalahkan takdir
jujur saja, aku malu
maafkan jika
sampai detik ini aku masih belum menjadi berarti
bahkan untuk diriku sendiri
pun bagi semua orang yang berekspektasi tinggi terhadapku
lagi-lagi, ilmu SABAR & IKHLAS
mungkin cuma itu jawabannya
memang berat
tapi apa aku punya opsi yang lain?
putus asa itu cuma buat pengecut
dan sama sekali bukanlah solusi
terus mengeluh?
apa iya aku secengeng itu?
meski harapan itu masih enggan menghampiri
sedikit asa yang tersisa
aku harap itu lebih dari cukup
melanjutkan apa yang harus dilanjutkan
mencapai apa yang harus dicapai
karna perjuangan sesungguhnya
barulah dimulai !!!

written by : @danzvantyo



Monday, April 6, 2015

Cinta & Asa (Sebuah Puisi)



Malam
Begitu sepi
Meniadakan keceriaan hati
Terlalu hina memang
Aku ini
Bahkan tanpa perlu dihina sekalipun
Sudah jelas
Tak kunjung kutemukan arah itu
Sementara yang lain? sudah
Bahkan mereka hampir selesai!
Namun aku bahkan belum memulainya
Kuhujat diriku sendiri
Dasar kau pecundang!!!
Namun aku tak punya nyali membalasnya
Kegelisahan ini mungkin masih akan terus mengikuti
Jam dinding terus berdetak
Detik, menit, jam, pagi, siang, sore, malam
Bulan ke matahari
Waktu takkan pernah bisa mundur
Usia makin menua
Apakah aku bisa?
Entahlah
Mungkin Tuhan masih marah padaku
Atas dosaku di masa lalu
Aku sudah berusaha
Semampu yang aku mampu
Tapi aku tahu diri
Tak mampu mengingkari hati nurani
Apakah ini terlalu terlambat?
Semoga waktu bisa menjawabnya
Untukmu yang saat ini mencintaiku
Maafkan ketidakbecusan ini
Mungkin engkau mencintai orang yang salah
Maksud hatiku melukis pelangi
Tapi mendung menutupi
Masihkah engkau sudi menunggu?
Menunggu mendung itu pergi
Menuju kecerahan hati
Sebagaimana maksud hatiku selama ini
Masa depan yang bukan hanya sekedar impian
Aku cuma punya sebuah harta berharga, yaitu cinta & asa
..............................................................................................

Thursday, April 2, 2015

Restorasi Motivasi



Terduduk sendiri, berbayang imaji
Menjadi saksi kegagalanku ini
Kusudah tak tahu, kemana tujuanku
Terlalu tinggi ekspektasi padaku
Takdir memang fana, apakah kubisa?
Mendung itu tak kunjung beranjak pergi
Sampai detik ini kucoba berarti
Meski harapan masih enggan menghampiri
Mungkin sudah waktunya
Kepakkan sayap dan pergi
Kesempatan tak datang dua kali
Kuharus memberanikan diri
Aku kalah, tak mengapa
Kuyakin ini pendewasaan hidup
Aku rapuh, tetap tangguh
Kuakan tetap terus berjuang
......................................